RSS

Monthly Archives: October 2012

Scholarship Hunting (1): Beasiswa DIKTI

Jika anda seorang dosen ber-NIDN atau calon dosen yang bersedia menempuh ikatan dinas dengan DIKTI, maka anda memiliki peluang untuk mendapatkan Beasiswa DIKTI. DIKTI menyediakan beasiswa untuk program Master dan Doktoral dalam dan luar negeri. Saya alhamdulillah mendapatkan Beasiswa Luar Negeri (BLN) DIKTI untuk program doktoral saya di United Kingdom. Untuk BLN, beasiswa ini meliputi komponen sebagai berikut:

  1. Tuition fee/SPP (at cost)
  2. Monthly living allowance/Tunjangan hidup bulanan (besarnya sesuai standar DIKTI)
  3. Insurance cost/Biaya asuransi (at cost)
  4. Book allowance/Tunjangan buku (diberikan per semester, besarnya sesuai standar DIKTI)
  5. Settlement allowance/Tunjangan awal (besarnya satu kali monthly allowance)
  6. Ticket fare/Tiket Jakarta-kota tujuan (satu kali, tiket pulang diberikan di akhir beasiswa)

Beasiswa Luar Negeri (BLN) DIKTI berlaku untuk dua tahun untuk program Master dan tiga tahun untuk program PhD. Ada perpanjangan di semester ketujuh bagi program PhD, namun mekanisme perpajangan ini belum jelas sampai sekarang. BLN DIKTI juga secara eksplisit menyatakan tidak memberi tunjangan keluarga, tiket keluarga, asuransi keluarga dan lain-lain. Intinya, hal-hal yang muncul jika awardee memutuskan membawa keluarga menjadi tanggungan awardee sepenuhnya. Jka awardee harus pulang karena alasan apapun (bahkan pulang untuk melakukan penelitian atau ambil data), biaya tiket ditanggung oleh awardee. DIKTI hanya menanggung komponen-komponen di atas.

Untuk proses pendaftaran, bagi dosen mendaftar online melalui laman ini. Sementara, calon dosen dapat mendaftar melalui laman ini. Syarat-syarat lengkap BLN DIKTI dapat dilihat di dokumen resmi berikut.

Setelah anda mendaftar secara online, anda akan diminta untuk menghadiri wawancara. Sebaiknya, anda membawa semua dokumen yang anda gunakan unfuk mendaftar. Anda juga perlu membawa surat izin mengikuti wawancara dari Rektor. Jika anda dosen pegawai Yayasan (dosen swasta) maka anda perlu membawa surat izin mengikuti wawancara dari Kopertis. Untuk mendapatkan surat izin Kopertis ini, anda membawa surat pengantar dari Rektor ke Kopertis dan print out surat undangan dari DIKTI [1] [2].

Pengalaman saya, wawancara BLN DIKTI fokus pada:

  1. Kemampuan akademik anda: dibuktikan dengan transkrip pendidikan sebelumnya, aktivitas ilmiah (jurnal, research grant) dsb.
  2. Kemampuan bahasa: yang diukur memang bahasa Inggris. Sejak pendaftaran, nilai IELTS/iBT sudah menjadi syarat mutlak. Wawancara pun menggunakan bahasa Inggris. Mungkin tidak adil bagi pendaftar denga tujuan negara berbahasa selain Inggris, tapi menurut saya ini masih cukup wajar. Bagaimana pun juga, komunikasi di dunia akademik tingkat global lebih banyak menggunakan bahasa Inggris.
  3. Universitas tujuan: anda perlu mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) dari universitas yang anda tuju. Daftar universitas yang disetujui DIKTI ada di dokumen resmi berikut. Harap diperhatikan bahwa DIKTI membutuhkan unconditional Letter of Acceptance, tanda bahwa anda sudah diterima di universitas tersebut tanpa syarat tambahan yang masih harus anda penuhi. Dokumen Letter of Offer (tanda bahwa anda mendapat tawaran tempat dari universitas) dan conditional Letter of Acceptance (pernyataan bahwa anda diterima namun masih harus melengkapi syarat tertentu seperti nilai IELTS harus diperbaiki dsb) tidak diterima DIKTI.
  4. Komunikasi dengan (calon) supervisor: jika anda calon mahasiswa PhD, anda perlu menjelaskan kenapa anda memilih beliau sebagai (calon) supervisor. Argumen anda akan bertambah kuat jika anda menggunakan buku/artikel (calon) supervisor sebagai landasan proposal riset anda. Anda juga perlu menunjukkan korespondensi dengan (calon) supervisor. Poin penting dalam korespondensi tersebut adalah:
    1. (Calon) supervisor setuju membimbing anda.
    2. (Calon) supervisor setuju, atau minimal bisa menerima, proposal riset anda.
Jika anda berhasil meyakinkan pewawancara, maka anda akan masuk daftar penerima BLN DIKTI. Anda perlu mengumpulkan dokumen resmi (berkas fisik), sesuai yang tercantum di surat pengumuman hasil wawancara. Pastikan berkas anda terkirim melalui pos tercatat, dan cek ke DIKTI jika anda belum mendapatkan guarantee letter dan/atau surat Setneg sampai pembekalan tiba [3].

Setelah mendapatkan GL dam surat Setneg, anda dapat mengurus visa. GL menjadi komponen penting pada saat mengurus visa karena GL adalah jaminan anda akan dibiayai oleh negara selama studi nanti. Tanpa GL, biasanya anda harus memiliki sejumlah besar uang (sekian untuk biaya hidup ditambah sekian untuk SPP). Jika visa sudah di tangan, maka anda tinggal satu langkah lagi menuju keberangkatan.

Selamat menempuh hidup baru! ^_^

[1] Bagi dosen swasta, semua tahap pendaftaran BLN akan membutuhkan surat pengantar dari Kopertis. Untuk mendaftar online pun harus melampirkan pindaian surat pengantar dari Kopertis.

[2] Pengalaman saya mengurus surat ini di Kopertis VI, surat bisa jadi dalam sehari asalkan pejabat yang berwenang untuk tanda tangan ada. Namun kakak saya mencoba mengurus di kopertis lain dan perlu waktu lebih dari sepekan. Your mileage may vary.

[3] Pengalaman pribadi: saya kirim dengan pos tercatat dan simpan resinya. Sebulan sebelum keberangkatan, saya belum mendapatkan guarantee letter dan surat Setneg. Ketika staf kampus datang ke DIKTI menanyakan itu, petugas mengatakan kalau saya belum mengirimkan berkas. Untung staf membawa resi pengiriman. Setelah dilacak, ternyata berkas saya “nyelip“. Sad, but true.

 
4 Comments

Posted by on October 29, 2012 in Beasiswa

 

Tags: ,