RSS

Anak kecil jangan belajar membaca?

16 Dec

Ingin anak anda bisa segera membaca?

Eh, anak kecil dilarang belajar membaca…

Belakangan ini, seiring dengan usia teman-teman saya yang beranjak dewasa (halah!) saya sering menemukan dua jenis berita di atas. Yang pertama cenderung “memotivasi” orang tua agar anaknya belajar membaca sedini mungkin (kadang disertai ancaman bahwa masuk SD harus bisa membaca, masuk TK harus sudah hafal huruf dan sebagainya tralala). Yang kedua sebaliknya, mencegah orang tua untuk mengajar anak-anaknya membaca (kadang disertai, yah, ancaman juga bahwa terlalu dini membaca akan berakibat a, b, c pada anak nanti).

Saya bukan psikolog. Anak saya baru masuk Reception (setara TK nol kecil) di sebuah sekolah di Newcastle sini, bulan September 2014 lalu. Jadi bukan orang tua dengan jam terbang tinggi. Namun, saya bercermin pada diri sendiri. Saya alhamdulillah sudah bisa membaca sejak TK. SD kelas 1 bukan lagi membaca Ini Ibu Budi [1] tapi membaca majalah anak dan buku cerita anak. Kelas 3 SD saya sudah membaca novel karangan Enid Blyton semacam Lima Sekawan, Pasukan Mau Tahu, Sapta Siaga dan sebagainya.

Alhamdulillah, sampai sekarang usia 20++ ini (halah lagi!), saya tidak pernah mengalami efek buruk seperti yang diancamkan artikel anti-membaca dini. Saya tidak pernah bosan membaca dan belajar. Kalau ada efek buruknya, mungkin pada kesehatan mata. Sejak Kelas 3 SD saya sudah harus berkacamata [2]. Mungkin ini karena kebiasaan membaca yang salah (kurang cahaya dan sebagainya) atau genetik atau kurang makan wortel, wallahu’alam.

Kembali ke membaca sejak dini. Saya tidak pernah dikejar-kejar Bapak dan Ibu untuk membaca. Saya tidak pernah diancam-ancam, “ayo belajar membaca, kalau enggak nanti digondol pocong lho,” atau sebangsanya. Bagi saya, membaca itu kegiatan yang asyik. Bercermin dari pengalaman, saya merasa oke saja mengajak anak untuk membaca sejak dini. Syaratnya satu: membaca itu menyenangkan.


[1] semoga rahmat dan kasih sayang-Nya selalu tercurah pada Ibu Siti Rahmani Rauf sebagai penulis buku belajar membaca dan metode “Ini Ibu Budi” tersebut. Semoga menjadi amal kebaikan bagi beliau, aamiin.

[2] Tapi, katanya*, orang berkacamata itu tambah cakep kok.

*minimal kata istri saya, huehehe.

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on December 16, 2014 in Sahabat Membaca

 

Tags: , , ,

5 responses to “Anak kecil jangan belajar membaca?

  1. www.abdul-hamid.com

    December 16, 2014 at 11:05 pm

    Nice info gan πŸ˜‰

     
    • GanjarWY

      December 16, 2014 at 11:16 pm

      Matur tengkyu, Abah πŸ™‚

       
  2. Red Kafaye

    January 27, 2015 at 4:45 am

    Hampir sama dengan pak Dosen πŸ˜›
    Sejak kecil sudah dikenalkandengan buku.. Lha Babe punya rental buku (novel) semacam wiro sableng, kho ping ho, de el el..
    Tapi alhamdulillah mata tetap masih normal, wlaupun sering baca di cahaya yg minim, ditambah dihajar maen game.. :p
    Sekarang sedang mulai mengakrabkan buku pada si kecil πŸ˜€

     
  3. ruangguru.com

    November 3, 2015 at 7:20 am

    mungkin disesuaikan juga dengan kecepatan dan tingkat perkembangan sang anak, kapan tepatnya mulai belajar membaca πŸ˜€

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: