RSS

Gambar Profil Facebook, Apa yang Anda Inginkan?

15 Nov

Segera setelah tragedi di Paris terjadi, facebook menawarkan filter untuk menambahkan bendera Perancis ke gambar profil kita. Banyak teman yang menggunakan tawaran itu. Namun kemudian, saya lihat banyak juga yang menyatakan protes, kenapa facebook hanya memasang filter bendera Perancis, tapi tidak bendera Palestina, Irak, Suriah? Beberapa pun kemudian mengganti gambar profil dengan foto berfilter bendera Palestina. Entah dari mana mendapatkannya.

Apalah arti sebuah gambar? Mungkin itu gumam yang dulu, atau bahkan kemarin lusa, terbetik. Gambar seakan tidak penting dan menjadi bagian biasa keseharian kita. Namun gambar sejatinya memiliki kekuatan simbolis yang dahsyat. A picture paints a thousand words. Satu gambar dapat mewakili ribuan kata, demikian idiom dalam bahasa Inggris berucap. Satu gambar mewakili ide, identitas dan rangkaian konteks sejarah yang mengikat gambar tersebut pada keseharian kita.

Gambar (atau foto) di facebook pun menjadi simbol akan identitas kita, akan keberadaan dan kenyataan diri kita di dunia maya. Sejak pertama kali membuka akun, facebook mengarahkan kita untuk memilih gambar yang dapat mewakili diri kita. Ketika facebook menawarkan filter bendera Perancis, ia tidak sedang menawarkan fitur estetik untuk mempercantik gambar kita, melainkan menawarkan ide “turut berduka, mendukung, bersimpati pada korban tragedi di Paris.” Itulah sejatinya yang ditawarkan.

Masalah muncul ketika ada seleksi (yang disengaja atau tidak?) dari facebook terkait ide mana yang dianggap layak untuk mendapatkan perlakuan khusus ini. Gay marriage? Facebook memasang filter pelangi. Tragedi Paris? Facebook memasang filter bendera Perancis.

Pembantaian di Palestina? Facebook diam. Warga sipil terbunuh di Afghanistan, Irak dan Suriah? Facebook diam. Bencana asap di Indonesia? Saya tidak menemukan filter haze atau filter Merah Putih untuk gambar profil saya. Alhasil, diskriminasi tragedi ini ada dan nyata. Tidak hanya di facebook tapi juga di sebagian besar media-media Barat. Sudah banyak blog, status dan sebagainya yang mengungkap itu.

Namun, kepada rekan-rekan yang memprotes diskriminasi facebook ini, saya ingin sampaikan, janganlah protes ini mengecilkan tragedi yang terjadi di Paris. Berucap, “di Paris hanya sekian korbannya, sementara di Suriah sekian kali lipat, di Palestina ratusan kali lipat” termasuk yang mengecilkan atau bahkan menafikan tragedi yang terjadi di Paris. Bukankah seharusnya kita mengagungkan kehidupan dan bersedih atas gugurnya satu korban tak berdosa pun? Bukankah al Qur’an berpesan barang siapa membunuh satu manusia, hakekatnya ia membunuh kemanusiaan itu sendiri? Proporsionallah dalam menyampaikan protes.

Kepada teman-teman yang baru peduli pada tragedi kemanusiaan setelah membaca berita tentang tragedi di Paris, selamat datang. Mari terus menyuarakan dukungan terhadap kemanusiaan. Jangan hanya berhenti pada hari ini, karena krisis kemanusiaan masih terus terjadi dan mengancam anak-anak manusia di belahan penjuru dunia esok, lusa dan selanjutnya. Saya ajak rekan-rekan untuk berbuat lebih dari menambahkan filter ke gambar profil anda. Hari-hari ini musim dingin menjelang, banyak pengungsi membutuhkan bantuan makanan. Warga Gaza kesulitan air minum. Anak-anak Indonesia tidak punya akses ke sekolah. Mari berjuang bersama untuk kemanusiaan.

Kepada teman-teman yang abai, mencemooh ketika ada yang peduli tentang Palestina, Suriah dan Rohingya dan tetap tidak akan peduli, saya kasihan terhadap anda.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on November 15, 2015 in Renungan

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: