RSS

Category Archives: Beasiswa

Beasiswa

Scholarship Hunting (2): Beasiswa LPDP

Alhamdulillah, beberapa waktu silam saya mendapatkan kabar bahagia. Kakak saya memperoleh beasiswa dari LPDP. Insha Allah pada September mendatang, kakak dan keluarga akan berangkat ke Australia. Kakak insha Allah akan mengambil program PhD di Monash University.

Saya cukup mengikuti proses kakak sampai memperoleh Beasiswa LPDP ini. Meski tidak mengalami sendiri, namun informasi saya insha Allah sahin dan bersanad kuat lah 😀 Untuk itu, saya ingin berbagi informasi tentang beasiswa ini, sebagai pelengkap informasi tentang BLN DIKTI yang sudah saya share sebelumnya.

LPDP adalah beasiswa yang diperuntukkan bagi warga negara Indonesia, apapun latar belakangnya [1]. Sumber dananya dari keuntungan (dan bunga?) dana abadi pendidikan yang dikelola oleh Kementrian Keuangan. Detailnya saya kurang tahu, tapi kurang lebih demikian.

LPDP memberikan beasiswa Magister dan Doktoral untuk dalam dan luar negeri, serta beasiswa Tesis dan Disertasi. Komponen beasiswa semua ada di buku panduan Beasiswa LPDP. Anda dapat mengunduh buku panduan tersebut di sini.

Untuk mendaftar Beasiswa LPDP, ada syarat-syarat dokumen yang harus dipenuhi. Semua tercantum lengkap di laman Beasiswa LPDP. Namun, berbeda dengan beasiswa lain, Beasiswa LPDP ini memberikan titik tekan pada kepemimpinan dan kontribusi pada masyarakat/negara. LPDP mencari kandidat yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Kandidat juga diharapkan telah memiliki kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia dan akan kembali berkontribusi selepas kuliah nanti. Dalam briefing, pengelola Beasiswa LPDP menyatakan bahwa LPDP tidak memiliki batasan maksimal berapa orang yang akan diberangkatkan per periode. Jika semua pendaftar memenuhi kriteria, maka semua berangkat! [2]

Nah, dua variabel inilah yang menurut saya menarik, dan wajib disiapkan oleh anda jika ingin mendaftar Beasiswa LPDP. Dua variabel ini dinilai berdasarkan pada esay dan performa kandidat saat wawancara. Berdasarkan pengamatan saya pada esay yang ditulis kakak saya, serta obrolan dengan beberapa rekan penerima Beasiswa LPDP, berikut tips-tips yang saya harapkan dapat membantu anda menyusun esay untuk aplikasi Beasiswa LPDP:

  1. Visi. Anda perlu memiliki visi yang kuat terkait masa depan anda. Visi yang kuat menurut saya tidak harus berskala besar seperti menjadi presiden. Toh, Presiden RI hanya seorang dalam lima tahun (dan bisa jadi tetap orang tersebut selama lima tahun berikutnya, :D). Visi yang kuat menurut saya adalah visi yang terukur, aplikatif dan anda percaya kalau anda mampu meraihnya!
  2. Kontribusi. Visi yang kuat tapi berorientasi pribadi tidak cukup. Anda harus mengaitkan visi tersebut dengan kontribusi. Apa yang akan (atau sudah) anda sumbangkan untuk bangsa dan negara? Bagaimana keberhasilan anda memberikan imbas positif pada masyarakat di sekitar anda? Untuk kontribusi, pilihlah sesuatu yang unik, yang khas. Misalnya, jika anda dosen, maka “kontribusi saya akan mengajar mahasiswa” itu tidak cukup unik. Semua dosen akan menjawab demikian. Anda perlu berpikir, apa kontribusi yang hanya anda yang dapat melakukannya? Lebih lanjut, renungkan bagaimana beasiswa LPDP ini dapat membantu anda untuk berkontribusi lebih banyak?
  3. Sukses dalam hidup. Salah satu esay yang harus anda tulis adalah sukses dalam hidup anda. Definisi sukses tentu sangat bervariasi, tergantung pada setiap individu. Menurut saya, anda perlu mengangkat keunikan sukses anda. Bukan masalah apa yang anda sebut sebagai sukses, namun jelaskan mengapa anda menyebutnya sebagai sukses! Apa pengaruh keberhasilan tersebut pada diri anda? Pada lingkungan anda? Pada masyarakat yang lebih luas? Kembali, semakin rinci anda menyampaikan sukses ini, akan semakin baik.

Tahapan seleksi Beasiswa LPDP serupa dengan beasiswa-beasiswa lain. Anda harus mendaftar online dan mengirimkan scan dokumen pendukung. Jika lolos, anda akan diminta hadir wawancara. Yang menarik, pengelola Beasiswa LPDP membuka layanan wawancara via skype bagi kandidat yang berada di luar negeri.

Materi wawancara berkisar pada latar belakang anda dan dua esay yang sudah anda tulis. Seorang rekan awardee menyampaikan: just be yourself during the interview! Kembali saya tegaskan, tunjukkan prestasi, cita-cita dan kontribusi yang khas diri anda. Yakinlah pada visi hidup anda dan jelaskan bagaimana visi itu akan menghasilkan kontribusi untuk masyarakat dan bangsa.

Setelah itu, anda menunggu pengumuman apakah anda lolos sebagai calon awardee. Jika anda lolos sebagai calon awardee, anda akan diminta mengikuti pembekalan selama sepekan lebih. Di akhir pembekalan anda akan menandatangani kontrak dan resmi sebagai penerima Beasiswa LPDP.

Demikian beberapa tips yang saya susun. Kembali, ini berdasarkan pada pengalaman kakak saya dan obrolan dengan beberapa awardee Beasiswa LPDP yang lain. Saya tentu berharap apa yang and tuliskan bukan sekedar “tulisan bisu”, yang disusun demi mendapatkan beasiswa. Saya berharap, tulisan itu menjadi prasasti anda, sumber kekuatan, pengingat dan janji yang akan anda tepati di kemudian hari. Selamat berkarya! 🙂

 

 

 

[1] Kabar terbaru, Beasiswa LPDP tidak dapat diakses oleh para dosen yang telah memiliki NIDN 😉

[2] Adanya Beasiswa LPDP dan Beasiswa DIKTI sebenarnya membuka peluang yang sangat besar bagi warga Indonesia untuk melanjutkan kuliah. Beasiswa LPDP siap memberangkatkan berapa pun, selama awardee memenuhi syarat. Beasiswa DIKTI setiap tahun menarget 800 awardee. Jadi, jangan merasa kecil hati atau tidak memiliki peluang!

 

Advertisements
 
1 Comment

Posted by on August 21, 2013 in Beasiswa

 

Tags:

Scholarship Hunting (1): Beasiswa DIKTI

Jika anda seorang dosen ber-NIDN atau calon dosen yang bersedia menempuh ikatan dinas dengan DIKTI, maka anda memiliki peluang untuk mendapatkan Beasiswa DIKTI. DIKTI menyediakan beasiswa untuk program Master dan Doktoral dalam dan luar negeri. Saya alhamdulillah mendapatkan Beasiswa Luar Negeri (BLN) DIKTI untuk program doktoral saya di United Kingdom. Untuk BLN, beasiswa ini meliputi komponen sebagai berikut:

  1. Tuition fee/SPP (at cost)
  2. Monthly living allowance/Tunjangan hidup bulanan (besarnya sesuai standar DIKTI)
  3. Insurance cost/Biaya asuransi (at cost)
  4. Book allowance/Tunjangan buku (diberikan per semester, besarnya sesuai standar DIKTI)
  5. Settlement allowance/Tunjangan awal (besarnya satu kali monthly allowance)
  6. Ticket fare/Tiket Jakarta-kota tujuan (satu kali, tiket pulang diberikan di akhir beasiswa)

Beasiswa Luar Negeri (BLN) DIKTI berlaku untuk dua tahun untuk program Master dan tiga tahun untuk program PhD. Ada perpanjangan di semester ketujuh bagi program PhD, namun mekanisme perpajangan ini belum jelas sampai sekarang. BLN DIKTI juga secara eksplisit menyatakan tidak memberi tunjangan keluarga, tiket keluarga, asuransi keluarga dan lain-lain. Intinya, hal-hal yang muncul jika awardee memutuskan membawa keluarga menjadi tanggungan awardee sepenuhnya. Jka awardee harus pulang karena alasan apapun (bahkan pulang untuk melakukan penelitian atau ambil data), biaya tiket ditanggung oleh awardee. DIKTI hanya menanggung komponen-komponen di atas.

Untuk proses pendaftaran, bagi dosen mendaftar online melalui laman ini. Sementara, calon dosen dapat mendaftar melalui laman ini. Syarat-syarat lengkap BLN DIKTI dapat dilihat di dokumen resmi berikut.

Setelah anda mendaftar secara online, anda akan diminta untuk menghadiri wawancara. Sebaiknya, anda membawa semua dokumen yang anda gunakan unfuk mendaftar. Anda juga perlu membawa surat izin mengikuti wawancara dari Rektor. Jika anda dosen pegawai Yayasan (dosen swasta) maka anda perlu membawa surat izin mengikuti wawancara dari Kopertis. Untuk mendapatkan surat izin Kopertis ini, anda membawa surat pengantar dari Rektor ke Kopertis dan print out surat undangan dari DIKTI [1] [2].

Pengalaman saya, wawancara BLN DIKTI fokus pada:

  1. Kemampuan akademik anda: dibuktikan dengan transkrip pendidikan sebelumnya, aktivitas ilmiah (jurnal, research grant) dsb.
  2. Kemampuan bahasa: yang diukur memang bahasa Inggris. Sejak pendaftaran, nilai IELTS/iBT sudah menjadi syarat mutlak. Wawancara pun menggunakan bahasa Inggris. Mungkin tidak adil bagi pendaftar denga tujuan negara berbahasa selain Inggris, tapi menurut saya ini masih cukup wajar. Bagaimana pun juga, komunikasi di dunia akademik tingkat global lebih banyak menggunakan bahasa Inggris.
  3. Universitas tujuan: anda perlu mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) dari universitas yang anda tuju. Daftar universitas yang disetujui DIKTI ada di dokumen resmi berikut. Harap diperhatikan bahwa DIKTI membutuhkan unconditional Letter of Acceptance, tanda bahwa anda sudah diterima di universitas tersebut tanpa syarat tambahan yang masih harus anda penuhi. Dokumen Letter of Offer (tanda bahwa anda mendapat tawaran tempat dari universitas) dan conditional Letter of Acceptance (pernyataan bahwa anda diterima namun masih harus melengkapi syarat tertentu seperti nilai IELTS harus diperbaiki dsb) tidak diterima DIKTI.
  4. Komunikasi dengan (calon) supervisor: jika anda calon mahasiswa PhD, anda perlu menjelaskan kenapa anda memilih beliau sebagai (calon) supervisor. Argumen anda akan bertambah kuat jika anda menggunakan buku/artikel (calon) supervisor sebagai landasan proposal riset anda. Anda juga perlu menunjukkan korespondensi dengan (calon) supervisor. Poin penting dalam korespondensi tersebut adalah:
    1. (Calon) supervisor setuju membimbing anda.
    2. (Calon) supervisor setuju, atau minimal bisa menerima, proposal riset anda.
Jika anda berhasil meyakinkan pewawancara, maka anda akan masuk daftar penerima BLN DIKTI. Anda perlu mengumpulkan dokumen resmi (berkas fisik), sesuai yang tercantum di surat pengumuman hasil wawancara. Pastikan berkas anda terkirim melalui pos tercatat, dan cek ke DIKTI jika anda belum mendapatkan guarantee letter dan/atau surat Setneg sampai pembekalan tiba [3].

Setelah mendapatkan GL dam surat Setneg, anda dapat mengurus visa. GL menjadi komponen penting pada saat mengurus visa karena GL adalah jaminan anda akan dibiayai oleh negara selama studi nanti. Tanpa GL, biasanya anda harus memiliki sejumlah besar uang (sekian untuk biaya hidup ditambah sekian untuk SPP). Jika visa sudah di tangan, maka anda tinggal satu langkah lagi menuju keberangkatan.

Selamat menempuh hidup baru! ^_^

[1] Bagi dosen swasta, semua tahap pendaftaran BLN akan membutuhkan surat pengantar dari Kopertis. Untuk mendaftar online pun harus melampirkan pindaian surat pengantar dari Kopertis.

[2] Pengalaman saya mengurus surat ini di Kopertis VI, surat bisa jadi dalam sehari asalkan pejabat yang berwenang untuk tanda tangan ada. Namun kakak saya mencoba mengurus di kopertis lain dan perlu waktu lebih dari sepekan. Your mileage may vary.

[3] Pengalaman pribadi: saya kirim dengan pos tercatat dan simpan resinya. Sebulan sebelum keberangkatan, saya belum mendapatkan guarantee letter dan surat Setneg. Ketika staf kampus datang ke DIKTI menanyakan itu, petugas mengatakan kalau saya belum mengirimkan berkas. Untung staf membawa resi pengiriman. Setelah dilacak, ternyata berkas saya “nyelip“. Sad, but true.

 
4 Comments

Posted by on October 29, 2012 in Beasiswa

 

Tags: ,